Minggu, 26 Juli 2015

Katanya Orang yang Baik itu Disukai Hewan dan Anak Kecil




Hai..
Sudah lama banget saya nggak nge-blog. Jika ditanya apa alasannya, panjang sekali ceritanya. Maafkan karena blog-blog saya jadi terbengkalai.
 
Akhir-akhir ini ada suatu pernyataan yang mengusik hati saya. Beberapa orang bilang, orang yang baik itu disukai oleh hewan dan anak kecil.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah saya termasuk orang yang baik?

Bisa dibilang, hewan-hewan cukup menyukai saya, dan saya memang menyukai mereka. Tapi alasan utama saya kuliah di Fakultas Peternakan bukan karena suka hewan ternak, tapi karena nyasar hehehe..

Anehnya, tidak semua pecinta hewan disukai oleh hewan. Dibandingkan dengan saya, ada beberapa teman saya yang jauh lebih mencintai hewan, animal lovers sejati deh pokoknya. Tapi sayang, hewan-hewan tidak terlalu welcome dengan mereka, misalnya mencoba kabur kalau dipegang atau lari kalau mereka mendekat.

Jarang ada hewan yang kabur saat saya mendekat, bahkan mereka cenderung mendekati saya. Tentu saja ini suatu keuntungan jika kita kuliah atau bekerja di bidang ilmu hewan. 

12 Photos that Prove Farm Animals Love Us 

Dulu di kampus ada sapi Jawa yang terkenal cukup liar, para mahasiswa diperintahkan untukwaspada dengan sapi ini. Kodenya “sapi I”. Tapi si sapi I kok ramah-ramah saja pada saya, nggak pernah ngamuk waktu saya elus-elus kepalanya. Padahal menyentuh kepala sapi biasanya nggak disarankan karena membuat sapi merasa terancam dan akhirnya ngamuk.

Ayam-ayam Pelung juga mendekat dengan ramah, padahal ayam Pelung (terutama yang jago) kan terkenal galak. 

Kata orang, angsa itu galak. Bahkan bos saya pernah punya angsa yang dimanfaatkan untuk menjaga rumah. Hehehe.. kayak anjing aja. Emang sih, angsa biasanya suka menyerang orang jika merasa terancam. Bahkan di acara On The Spot pernah diberitakan ada orang yang mati gara-gara angsa, angsanya menyerang perahu orang itu sampai terbalik dan orangnya tenggelam. Tapi saya termasuk orang yang dengan santai menggendong angsa, lha angsanya kalem gitu sama saya.

Tiap kali berkunjung ke feedlot (peternakan penggemukan sapi potong) punya orang, sapi-sapi di sana langsung akrab dengan saya, seperti dengan perawatnya sendiri. 

Lucunya lagi, tiap kali makan di warung yang jual masakan dari ayam, selalu ada kucing yang menunggui saya makan, bahkan sampai mengelilingi kaki saya dan naik ke bangku sebelah saya, mengeong dengan heboh. Padahal warung itu ramai pengunjung dan semua makan ayam goreng atau bakar. Kok kucing itu nggak mendekati yang lainnya? 

http://dailypicksandflicks.com/wp-content/uploads/2012/02/Sign-Language-Cat.jpg 
Kucingnya bilang lapar, dia juga mau makan

Dan pastinya karena kasihan, saya kasih deh kucing itu tulang dengan sedikit daging yang masih nempel, kulit, dan jeroan ayam. Kejadian ini sudah sering, bahkan selalu terjadi di warung-warung yang ada kucingnya. Kata temen saya, sayang banget tulang yang masih ada dagingnya diberikan ke kucing. Saya bilang, mending buat kucing daripada saya kasih ke kamu. Kan kamu punya duit buat beli makan, sedangkan kucing itu hidupnya menggelandang, hehehe..

Itu sebagian kecil pengalaman saya dengan hewan. Dengan anak kecil, saya merasa bahwa anak-anak kecil nggak pernah takut pada saya. Sebenarnya saya bukan penyuka anak kecil, bukan orang yang sangat ramah pada anak-anak. Cara saya bicara ke anak-anak seperti cara bicara kepada orang dewasa, nggak pakai suara yang dimanis-maniskan.

Dulu waktu anak-anak di kompleks saya masih kecil, mereka suka ngikutin saya dan main ke rumah. Walaupun sering saya marahi dan saya suruh pulang, mereka tetap nempel sama saya. Entah kenapa. Sekarang sih mereka udah pada besar, jadi udah nggak ngikutin saya lagi.

Ricky Martin, center, is mingled with children during his visit to an orphanage in Bangkok, Thailand, Wednesday, Jan. 12.2005. 
 Anak-anak kecil selalu datang

Ada keponakan saya yang masih balita. Sepupu saya jauh lebih ramah dan supel dari saya, tapi nggak berhasil membuat bocah cilik itu akrab dengannya. Bocah ini malah akrab dengan saya, maunya ngajak main terus. 

Di warung, di gereja, di antrian supermarket, selalu ada anak bayi atau balita yang memandangi saya, senyum atau ketawa. Sering juga mereka mendekati saya (kalau mereka udah bisa jalan). Padahal saya nggak manggil mereka. 

Dari yang saya baca dan kata orang-orang, hewan dan anak kecil itu cenderung psychic alias punya kemampuan supernatural. Soalnya mereka murni, nggak berdosa. Mereka bisa merasakan energi yang baik dan jahat, bisa mendeteksi aura. Mereka bisa merasakan motif seseorang. Mereka bisa melihat roh.

Hewan menyerang atau kabur jika merasa terancam. Anak kecil merengek dan menangis jika merasa takut. Mereka mendekat jika merasa aman dan merasakan sesuatu yang baik.

Orang dewasa umumnya menilai orang dari penampilan dan tingkah laku yang bisa dilihat. Saya sering dinilai pendiam, nggak ramah, kurang bisa bersosialisasi, dan aneh. Saya sering dibilang berkepribadian gelap dan suram karena suka pakai baju hitam (kan goth).

Tapi hewan dan anak kecil nggak menganggap penting penampilan atau segala sesuatu yang kelihatan. Mereka bisa melihat dan merasakan “rohmu”. Jika kita punya jiwa yang baik, mereka nggak akan merasa takut meskipun kita memakai baju serba hitam dan tidak terampil bersosialisasi.

Ada tokoh di anime kesukaan saya, Hunter x Hunter. Tokoh ini bernama Kite (Kaito). Kamu yang nonton anime ini dari awal atau baca manganya pasti tahu dia. Kite bilang, Hunter yang baik pasti disukai hewan. Kalimat itu diucapkannya kepada Gon Freecs, tokoh utama cerita ini.


Dalam cerita Hunter x Hunter, para Hunter umumnya bisa menggunakan nen (kekuatan aura). Saya mengasumsikan pernyataan Kite begini : Hunter yang baik punya aura yang baik, sehingga hewan-hewan suka padanya.

Hmm.. jika saya nanti disuruh merekrut orang untuk pekerjaan di peternakan, saya akan mengetes bagaimana orang itu berinteraksi dengan hewan. Yang paling gampang kucing deh. Lagipula katanya kucing itu yang paling peka terhadap aura orang, energi positif dan negatif.

cat Fanart cats supernatural dean winchester sam winchester castiel spn deviantart Superfagual supercatural  
Cats are supernatural
 
Saya nggak mengklaim diri saya baik lho. Hanya Tuhan yang tahu. Jika orang-orang dewasa menganggap saya tidak baik, itu tidak masalah. Saya kan orangnya bukan pendendam hehehe..

Oke deh, udah dulu curhatannya.. Bye!




Jumat, 14 November 2014

Tentang roh leluhur

Hmm.. ternyata gosip bahwa saya adalah paranormal sudah menyebar luas.
Saya tegaskan, saya bukan paranormal meskipun dulu waktu kecil saya memang bercita-cita menjadi paranormal.

Kenapa saya dikira paranormal?

Saya nggak punya ilmu gaib, nggak bisa berkomunikasi dengan makhluk astral, nggak bisa meramal, nggak bisa pergi ke dimensi lain.

Saya nggak pernah melakukan puasa weton, bertapa, menyediakan sesajen untuk para roh. Saya bukan penganut animisme dan dinamisme.

Saya tidak pernah melakukan ritual semacam ini

Mengapa saya dikira paranormal? Karena saya misterius? Aura saya mistis? Soal aura mistis, itu memang nasib, faktor keturunan.

Btw, mbah buyut saya seorang pertapa. Kampung halamannya di desa sekitar Candi Prambanan, Jawa Tengah. Seumur-umur saya belum pernah berkunjung ke makam dan rumah beliau.

Konon mbah buyut ini punya ilmu putih, bisa menyembuhkan orang setelah beliau bertapa. Ah, saya nggak ngerti gimana, tapi yang jelas orang pintar semacam ini adalah orang yang diandalkan untuk pengobatan, mengingat jaman dulu nggak ada dokter untuk rakyat jelata. Dokter hanya untuk kaum penjajah dan orang kaya.

Mbah buyut saya seorang pertapa, seperti the Hermit di kartu Tarot

Pekerjaannya adalah menyembuhkan orang

Saya nggak tau mbah buyut orangnya seperti apa, hanya eyang saya yang paham. Bahkan ibu saya dan adik-adiknya nggak pernah ketemu mbah buyut karena beliau berkelana terus. Kata eyang kakung (kakek) saya, mbah buyut melakukan perjalanan ke seluruh Pulau Jawa dengan berjalan kaki. Hebat ya, saya aja sering mengeluh kalo travelling naik mobil atau kereta api. hehehe..

Mbah buyut saya punya banyak teman dari kalangan roh halus, jin-jin baik yang ikhlas membantu manusia dan tak pernah minta tumbal. 

Sebagai anaknya mbah buyut, eyang kakung saya percaya, oom (adik dari ibu saya) adalah titisan mbah buyut. Pernyataan ini dibantah banyak orang, karena oom saya tidak punya aura mistis dan clairvoyance sama sekali. 

Rasanya di keluarga saya nggak ada yang berbakat deh. Tapi oom saya dulu pernah bertekad belajar ilmu putih. Guru spiritualnya bilang, oom nggak ada bakat untuk jadi "orang pintar", jadi sebaiknya latihan itu dihentikan saja. Memang akhirnya oom saya berhenti dan kembali ke jalan yang benar, sekarang oom saya jadi religius.

Gurunya bilang, yang punya bakat adalah cucu pertama dari anak pertama eyang kakung. Saya adalah cucu pertama dari anak pertama.

Waktu itu seluruh anggota keluarga nggak menanggapi dengan serius, karena saya masih anak-anak. Keluarga saya nggak percaya dengan hal-hal seperti itu.

Saya baru diberitahu oleh tante saya (adik bungsu ibu) tentang hal ini setelah saya lulus S2. Telat banget ngasih taunya, hehehe..

Tante saya sendiri dulu juga hobi melakukan ritual puasa weton dan sembahyang tengah malam, tujuannya supaya lulus ujian, cepat sidang skripsi, dan dapat pekerjaan. Beda banget dengan ibu saya yang kalo punya keinginan selalu melakukan doa Novena dan jalan salib di gua Maria. Saya sih nggak se-religius ibu saya, tapi juga nggak se-kejawen tante saya. Jika punya keinginan saya selalu berdoa, tapi doa yang biasa aja. 

Tante saya meskipun sering puasa weton, tidak pernah mendapat tanda-tanda kunjungan dari mbah buyut. Begitupula dengan oom, meskipun rajin latihan juga nggak pernah diberi panggilan.

Nah, saya sendiri pernah dikunjungi mbah buyut di dalam mimpi, malah beberapa kali. Saya sih nggak mengenali beliau. Saya menganggap mimpi tentang orang tua yang pakai beskap, surjan dan blangkon itu biasa aja. 



Berhubung oom saya adalah satu-satunya orang yang rajin ziarah ke makam mbah buyut, saya akhirnya menanyakan soal mbah buyut kepada oom. Ternyata betul, orang tua yang pakai baju adat Jawa itu mbah buyut. 

Hmm.. saya penasaran dong, mbah buyut ternyata ingin berkomunikasi dengan saya.

Kata tante, seandainya saya rajin bertapa dan melakukan ritual-ritual, saya pasti bisa seperti mbah buyut. Ibu saya melarang keras. Saya juga nggak mau, takut juga sih sebenarnya.

Sepanjang bulan Oktober menjelang malam 1 Suro banyak roh yang datang berkunjung lewat mimpi. Ada mbah buyut, eyang kakung, adik sepupu, tetangga, dan teman sekelas. Saya menyimpulkan, mereka minta didoakan. Baiklah, saya doakan.

Setelah diberitahu tante tentang fakta ini, saya jadi agak takut berkunjung ke situs-situs budaya yang mistis.

Biasanya saya bukan orang penakut. Saya berani pergi ke kuburan malam-malam sendirian dan menginap di tempat angker. Saya berani pergi ke Lawang Sewu yang terkenal sebagai gedung paling angker di Semarang.

Tapi saya agak takut dengan tempat mistis yang berupa bekas kerajaan atau pusat kerajaan makhluk halus.

Misalnya ya, tempat KKN saya di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Itu adalah salah satu pusat budaya, ada situs candi di sana. Saya KKN tahun 2011 waktu bulan puasa. Bulan puasa semestinya tidak ada gangguan roh.

Tapi bulan puasa di tempat KKN saya beda. Saya mendapat lokasi KKN di desa Penawangan yang nun jauh di sana, super duper jauh dari kecamatan Pringapus. Untuk ke sana kami harus melewati kebun karet, hutan jati dan mahoni, juga lembah. Luar biasa deh pokoknya. Kayak acara reality show di TV. 

Kebun karet

Lembah

Untuk menuju ke Penawangan, kita harus lewat dusun Mranak (desa Wonorejo). Nah, di antara Mranak dan Penawangan ini ada sendang (kolam). Untuk tamu atau orang yang baru berkunjung ke Penawangan wajib membasuh ban kendaraannya dengan air sendang ini. Jika tidak, nasib sial akan dialami oleh orang tersebut. Tidak ada pendatang yang mengabaikan kebiasaan ini. Semuanya tertib membasuh ban motor atau mobilnya di sana.

Cuci ban dulu supaya tidak sial

Awalnya saya tidak mengira Pringapus, khususnya Penawangan adalah tempat sakral. Saya mengira di sana banyak roh-roh penunggu biasa seperti tempat lain pada umumnya.

Ternyata di sana saya banyak diberi petunjuk lewat mimpi tentang keberadaan arca emas dan candi.

Yang lagi terbang itu saya, bukan hantu
Arca gaibnya ada di bawah pohon besar (sebelah kiri foto)

Saya bercerita ke teman saya tentang mimpi saya, dan teman saya bercerita ke kepala dusun. Pak kadus bilang di Penawangan memang ada arca emas gaib. Sudah banyak orang berusaha menggali arca emas itu, tapi tidak ketemu dan malah menjumpai berbagai kendala. Hanya orang-orang "istimewa" yang bisa melihat arca emas atau diberitahu tentang keberadaannya.

Saya juga melihat candi besar dalam mimpi saya. Ternyata memang benar di daerah ini ada candi. Kecamatan Pringapus ini memang situs bersejarah, ada banyak arca dan puing-puing candi yang ditemukan di kecamatan ini.

Itu berita tanggal 3 April 2013.

image
Ternyata memang ada candi di kecamatan Pringapus
Sebelum berangkat KKN ke sana saya bahkan tidak tahu *kudet ya*

Ada lagi penampakan lainnya. Kejadiannya setelah acara buka bersama di kecamatan. Kami naik motor beramai-ramai, teman-teman saya berboncengan, hanya saya yang naik motor sendiri. Udah gitu paling belakang pula. Saya melihat seorang kakek tua berpakaian ala ulama jaman dulu, baju dan surbannya mirip walisongo. Beliau berjenggot panjang dan putih, sedang duduk di batu besar di pinggir hutan.
Seperti ini bajunya, tapi tanpa keris

Saya pikir itu manusia, saya spontan tersenyum dan menyapa beliau "Monggo, mbah" 
Mbah itu memandangi saya dengan agak melotot. 

Sampai di posko KKN Penawangan, saya bercerita pada teman-teman. Nggak ada yang melihat mbah itu. Pak kadus bilang, itu roh halus. Saya pikir itu roh baik karena penampilannya seperti ulama, tapi ternyata tidak. Kata pak kadus, roh yang satu ini jahat. Dia bukan ulama, dia sudah ada sebelum para ulama datang. Konon sewaktu hidup dia adalah penganut ilmu hitam. Aduh, saya jadi merinding..

Banyak orang yang bilang, saya cocoknya kuliah di jurusan arkeologi. Kata mereka, saya pasti bisa menemukan situs bersejarah dengan mudah, hanya modal mimpi. Haha.. garing.

Situs kerajaan kuno menurut saya lebih seram daripada bangunan-bangunan angker seperti Lawang Sewu, kuburan, benteng Belanda, goa Jepang dsb. Soalnya roh-roh di situs kerajaan kuno masih selalu meminta agar rumah mereka ditemukan dan dihargai oleh orang-orang sekarang. Jika tidak dihargai, mereka bisa marah.

Mereka ingin ditemukan dan dihargai

Dengan kemajuan jaman, kita tidak boleh lupa bahwa menghargai adat itu juga penting. Agama mengajarkan supaya kita tidak mempercayai klenik. Menurut saya, klenik dan penghormatan terhadap adat adalah hal yang berbeda.

Ada waktunya beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, ada waktunya kita mengikuti adat dan menghargai budaya di tempat kita berada. 

Yang penting kita tidak serakah untuk memperoleh keinginan kita secara gaib. Keserakahan itulah yang membuat klenik menjadi dosa.





Sabtu, 18 Oktober 2014

Halloween Makeup : Korban Penganiayaan

Apa yang terlintas dalam pikiran kalian saat mendengar kata "Halloween"?
Jack O' Lantern, dandanan seram, trick or treat?

Halloween biasa dirayakan tanggal 31 Oktober. Sejarahnya bisa dibaca di sini. Di Indonesia Halloween nggak dirayakan, tapi tetap ada komunitas tertentu yang merayakannya. Soalnya Halloween memang asik sih, bisa jadi ajang kreativitas. Orang-orang yang merayakan Halloween bebas tampil dengan kostum dan makeup unik, boleh yang seram atau yang aneh-aneh. 

Mumpung suasananya mendekati Halloween, saya berkolaborasi dengan Yuri membuat FX makeup. Tau kan FX makeup? Google sendiri deh. Yang penakut disarankan untuk nggak lihat, nanti nggak bisa tidur.

Ini dia hasil FX makeup kreasi saya. Ceritanya saya menjadi korban penganiayaan.

Sebagai korban penganiayaan, makeupnya nggak terlalu mengenaskan

Tutorial lengkapnya nggak ada, karena saya cuma berimprovisasi dengan makeup, sampai nggak sempat mengambil gambar detailnya. Ini muka saya sebelum dicoret-coret :


Bahan yang saya perlukan hanya :

Oatmeal dan air
Foundation (La Tulipe soft foundation)
Bedak (Marcks)
Eyeshadow hitam (Make Over Black Stilleto)
Blush on pink tua (Red-A)
Fake blood (madu dan pewarna makanan)

1. Buat campuran oatmeal dan air untuk bikin efek kulit kasar melepuh
2. Apply foundation
3. Set dengan loose powder
4. Improvisasi warna, lupa detailnya

Jadi deh! 




Saya masih belum jago bikin FX makeup, pingin belajar bikin yang lebih seram lagi..hehehe
Udah dulu ah.






Senin, 25 Agustus 2014

Jimat hanya membawa petaka

Sekarang jaman modern, tapi banyak orang yang masih mengandalkan bantuan dukun dan menyimpan jimat untuk mempermudah hidup mereka.


Aneka jimat Indonesia
sumber

Saya sering baca running text iklan di TV lokal :

"Membantu urusan karier, jodoh, rejeki dan kesehatan. Hubungi Bapak xxx di no. HP xxx atau datang langsung ke alamat berikut : xxx"
Sering juga ada brosur yang dilempar ke rumah, isinya iklan klinik pengobatan alternatif. Nggak hanya mengklaim bisa menyembuhkan penyakit berat (misal kanker, kemandulan) dalam hitungan hari, klinik tersebut juga mengklaim menjual jimat untuk memudahkan urusan rejeki, pasang susuk untuk menarik jodoh dan memberi wibawa, dan sebagainya.

Ini bukti bahwa perdukunan masih laku keras di Indonesia.



Iklan semacam ini ada banyak di koran dan internet
sumber

Saya punya teman, dia pernah jatuh saat main sepakbola dan mengalami cedera di lutut. Alih-alih pergi ke dokter, dia malah berobat ke "orang pintar". Orang pintar ini sebetulnya menanamkan energi di lututnya, energi itu bisa menarik energi positif dari lingkungan sehingga lukanya bisa sembuh sendiri. Sebaliknya, energi negatif juga bisa terserap ke sana dengan mudah, makanya teman saya itu harus jaga diri.

Cederanya akan cepat sembuh jika dia rajin beribadah karena ibadah meningkatkan energi positif dan menolak yang negatif.

Sayangnya teman saya nggak memahami hal ini. Saat sudah merasa agak baikan, dia pergi dengan teman-temannya wisata misteri di Lawang Sewu. Tahu gedung Lawang Sewu? Ini icon kota Semarang, tempat angker yang terkenal di sini. Yang pernah jadi lokasi syuting "Dunia Lain" itu lho, yang pesertanya dikabarkan meninggal.



Lawang Sewu, Semarang
sumber

Pulang dari Lawang Sewu dia langsung sakit dan cedera lututnya kambuh, ternyata dia kemasukan banyak energi negatif. Nggak hanya itu, dia juga diikuti roh dari sana. Lalu teman saya ini berobat ke paranormal lainnya, teman bapaknya sendiri. Dia diberi jimat untuk melindungi diri. Tapi cedera di lututnya tetap nggak sembuh, sampai sekarang dia nggak bisa main sepakbola lagi. Hmm.. coba ditangani dokter ya, barangkali bisa sembuh total meskipun butuh waktu.



Hehehehe.. ada-ada aja
sumber

Teman saya yang lainnya adalah anak pengusaha. Suatu hari tiba-tiba dia nanya ke saya "Lintang, menurut kamu ada yang aneh nggak di aku? Aku merasa sakit tapi nggak jelas sakitnya apa. Padahal udah ke dokter lho, dokternya bilang aku nggak kenapa-napa."

Teman saya ini sering pusing dan kehabisan tenaga, padahal dia nggak mengonsumsi obat-obatan. Pakai kosmetik gajebo juga enggak, jadi nggak mungkin karena keracunan mercury hehehe.. Saya tahu itu efek "pegangan" di keluarganya, terasa sekali di auranya. Tapi saya nggak tega bertanya "Bapak kamu nyimpan jimat?"

Sejauh ini, yang saya lihat orang-orang yang menyimpan jimat hidupnya & keluarganya mengalami kesialan. Keluarga saya mengenal seorang kontraktor yang suka pakai jimat dan pesugihan supaya menang tender. Istri beliau meninggal setelah lama sakit-sakitan.


Banyak orang yang meninggalnya susah karena menyimpan jimat dan pusaka, beberapa kerabat kami mengalaminya. Barang yang dimiliki berupa keris & cincin akik yang ada "isinya". Herannya masih ada yang mau diwarisi jimat dan pusaka begituan, kalo saya sih nggak bakalan mau. Ngeri banget.


Manusia tidak bisa menggunakan jimat dengan baik, justru manusia yang digunakan olehnya. Didorong oleh keserakahan, manusia mengandalkan kuasa gelap untuk mencari kebahagiaan duniawi.



Lagu di atas dalam bahasa Old Norse, jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris beginilah artinya :
“She has been ill for a long time,
she has the exhaustion,
cannot sleep any night and was
as if she had lost reason and shape.”
Runes have been scratched therefore, it is a farmer’s son,
not far from here, he has done that,
but afterwards it was much worse than before.
Egil scratched runes and placed them under the cushion of the bed she rested on.
It was to her as if she had awoken from sleep,
and she said she was well now.
Chorus:
No man shall scratch runes
Not being able to use them well;
Many times a man is misled
by dark forces.
Ten secret runes have I seen
Scratched on smoothed out fish bone;
For the girl this has caused
sorrow for a long time.



Menurut saya, hanya Tuhan yang bisa memudahkan semua urusan dan memberikan keselamatan. 
Selain Tuhan mungkin ada kekuatan yang bisa memudahkan, tapi tidak bisa menyelamatkan dan hanya mencelakakan. Segala sesuatu yang tidak berasal dari Tuhan itu pasti nggak baik.






Minggu, 10 Agustus 2014

Saya termasuk goth yang mana?

Hmm.. kalo ngumpul sesama temen yang goth, seringkali saya ditanya :
"Kamu termasuk goth apa?"
Yah, maklumlah penampilan saya nggak ada ciri khas hehehe..

Jenis goth kan bermacam-macam :

Temen-temen saya adalah trad goth dan cyber goth. Salah satunya si Ribay yang sudah fix mendeklarasikan dirinya sebagai seorang cyber goth. Dia cuek aja diliatin orang-orang di jalan dengan rambutnya yang kadang di-highlight hijau neon, kadang ungu, kadang oranye dengan goggles modifikasi nangkring di kepalanya.

Saya suka genre dark electro, EBM, dan sedikit aggrotech tapi saya nggak cukup pede untuk menjadi cyber goth, hehehe... Saya juga suka musik gothic rock dan darkwave yang populer di tahun 80an seperti yang disukai para trad goth, neoclassical dan dark ambient yang kalem. Sebenarnya saya mendengarkan berbagai genre as long as it belongs to gothic subculture.

Mengapa saya mendeskripsikan dulu dari musik? Yah, memang gothic itu adalah subkultur yang ditandai dari musik, fashion, dan gaya hidup. Subkultur gothic dimulai sejak tahun 1980, band-band gothic rock bermunculan. Gothic rock adalah cabang dari genre post punk, gaya berpakaian dan makeup nya seperti punk tapi versi gelapnya. Di tahun-tahun selanjutnya musik yang didengarkan oleh goth tidak sebatas gothic rock aja, tetapi juga deathrock, darkwave, ethereal wave, dark ambient, industrial, neoclassical. Gaya berpakaiannya tidak hanya dipengaruhi oleh genre punk, tetapi juga fashion abad ke-16 (era Gothic di Eropa) dan Victorian. Wah kok saya malah jadi cerita sejarah ya? Lengkapnya baca deh di Wikipedia.

Semua goth suka hal-hal yang gelap, tapi kadarnya beda-beda. Tidak semua goth suka hal-hal seram & mistis *meskipun saya iya*. Para cyber goth yang saya kenal protes jika dibilang creepy, hehehe.. 

Melihat kebiasaan saya sejak kecil hingga sekarang, sepertinya saya cenderung ke hippie goth. Hippie goth mencintai alam, lingkungan dan hewan. Hippie goth menikmati meditasi. Mereka suka magic dan okultisme (tapi tidak selalu). Banyak hippie goth yang menganut pagan atau wicca, tapi saya bukan penganut pagan. 

Hippie goth adalah goth yang paling mistis di antara goth lainnya, meskipun secara penampilan biasa saja, nggak gahar seperti trad goth atau vampire goth. Hippie goth punya aura mistis yang terpancar secara alami. Mungkin itu yang menyebabkan orang-orang mengira saya paranormal *banyak yang nanya begitu*

Real hippie goth


Ini hippie yang memakai dark clothes

Hippie goth biasanya suka musik apa? Neofolk, dark ambient, neoclassical, ethereal. Misalnya seperti ini :

Ini orang yang nyanyi :
Ordo Funebris
Penampilannya sangat medieval seperti di Gothic era

Meskipun hippie goth, boleh dong dengerin genre yang lainnya..

Gothic rock punya trad goth

Robert Smith dari The Cure, icon di jaman itu


Bapak saya dulu dengerin band-band ini, tapi bapak saya bukan goth

Darkwave
Band yang lagu-lagunya jadi favorit saya sejak kecil meskipun saat itu saya belum kenal istilah goth

Dark electro yang disukai cyber goth
Favorit juga sejak kecil

Aggrotech
Metal+industrial = aggrotech
Btw suara vokalisnya mengingatkan saya pada Smeagol

My precious!

Musik non-goth yang saya suka adalah synthpop
Band yang unik, kata-kata di liriknya selalu sulit dicerna
 "And if you want to be friends with me
You know I've seen the slides
And I want to see your amalgamation under these lights"

Apparatjik

Goth itu bukan sekedar gaya, justru kalo cuma gaya-gayaan bukan goth namanya.
Goth itu panggilan dari hati. Menyukai musik, fashion & gaya hidupnya juga pakai hati, bukan terpaksa karena ingin dianggap goth.

 

Salam goth!

Kamis, 31 Juli 2014

Wonderland

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata "wonderland"?
Film ini ya?



Alice in Wonderland itu cerita kesukaan saya saat kecil. Saya sering membayangkan pergi ke wonderland, tetapi tempatnya tidak seindah yang digambarkan di film. Wonderland yang saya bayangkan adalah taman bermain yang gelap, suram, tapi menyenangkan (untuk saya). 


Wonderland dalam bayangan saya waktu kecil adalah taman bermain yang gelap, hanya saya yang bermain di sana. Seiring pertambahan umur, saya tidak membayangkan wonderland sebagai taman bermain lagi. Wonderland di benak saya adalah dunia surreal yang absurd (dan gelap).

Seperti yang di film "Mirrormask"

Satu gambar lagi dari "Mirrormask"

Tapi tidak semuanya gelap, cahaya tetap ada.
Di wonderland ada tangga menuju ke langit

Semua orang memakai topeng

doppelganger by Jettealyn
Di sana juga ada doppelganger saya

Jika harus membayangkan Alice in Wonderland, yang terlintas dalam pikiran saya adalah Goth Alice in Wonderland

Oya, saya juga teringat lagunya Blutengel

You wake up crying in the night
And you feel this pain inside
You feel so lonely feel so weak
And you have no words to speak

There's no one to hold you tight
Another nightmare in this night
You just want someone beside you
But there's nothing you can do

I will take you by the hand and I show you wonderland
Is this the place where you can hide from the world that makes you cry
There's no darkness there's no light you can see without your eyes
You only feel a warm embrace that will last forever...

You open the window and cry in the night
To the stars so far away
And you hope and pray tonight
For a wonder

You listen to your broken heart
And you understand the words
This is the night of changes
So you spread your wings to fly

Jadi wonderland itu tempat pelarian orang-orang yang hidupnya tertekan di dunia nyata hehehe..
Tapi bagi saya, wonderland adalah sumber inspirasi


Kamis, 05 Juni 2014

Karena Homemade Skincare Hanya untuk Orang Bijak

Peringatan untuk yang baca :
Ini blog pribadi saya, jadi suka-suka saya. Nama dan foto tidak saya samarkan. Jika kamu merasa ada di gambar berikut ini, JANGAN suruh saya minta maaf pada kamu. Kan kamu juga mencantumkan link blog saya & bergunjing ria secara gamblang di situ, impas lah..

Hehehe.. 
Entah kenapa blog saya yang #2 cepat sekali menyebar, gara-gara saya bikin homemade skincare yang konsepnya fermentasi itu. Saya nggak pernah share di jejaring sosial, saya bukan blogger terkenal, saya juga bukan pemilik online shop.

Saya blogger iseng, tapi keisengan saya didasarkan pada pengetahuan dan referensi terpercaya. Saya membuat homemade skincare untuk diri saya sendiri, tapi ada yang minta ditunjukkan cara membuatnya. Ya udah, saya tulis di blog. Nggak taunya eh.. ada yang share link saya di Facebook. Banyak sekali comment yang menghujat isi blog saya. Saya pun nggak tau kalo nggak dikasihtau seseorang, kan saya nggak pakai Facebook. 

Jenaka sekali isi comment-nya. Nih saya tunjukkan :










Terima kasih buat kalian yang sudah mempopulerkan blog saya dengan cara konyol begini

Sebenarnya commentnya masih banyak, tapi udah ah, capek saya print screen nya.. hihihi
Saya nggak perlu marah, karena marah pada orang yang nggak ngerti itu percuma.

Paling bodoh adalah comment "Lama-lama mukanya jamuran kayak tempe"
Hahaha.. mana ada Saccharomyces bikin muka berjamur, substratnya aja beda. Kecuali saya masukkan Candida ke dalam toner ini.. nah, itu bisa bikin penyakit. 

Lalu yang bodoh lagi : "Kalo mau tahan lama ditambah pengawet. Gimana efek ke depannya di mukanya?" 
Mereka nggak baca apa, di FTE kesayangan mereka ada sodium benzoate (dan aneka paraben). Nah lho, terbukti kalo mereka nggak tau apa-apa.

Blog saya yang no. 2 ini nggak saya tulis dengan sok tau. Saya sudah membaca banyak referensi, bertanya pada ahlinya (dermatologist & para peneliti produk fermentasi), dan mencoba sendiri. Referensi yang saya baca pun bukan sembarangan, harus yang benar-benar hasil penelitian di jurnal-jurnal ilmiah. Tapi ya udah lah.. mana paham mereka yang begituan, nggak nyampe pikirannya. 

 
  
Saya banyak baca, browsing, dan bertanya 
Tanya kepada pakar yang cerdas tentunya, bukan kepada tukang gosip

Saya juga membaca ada yang mengomentari soal DIY lip tint dari pewarna makanan & DIY bronzer dari bubuk coklat yang ditulis oleh seorang blogger Indonesia. Saya tau bloggernya, blogger ini termasuk favorit saya juga karena ide-idenya keren dan dia sangat peduli pada kosmetik halal, vegan, animal cruelty free. Semoga dia nggak membaca comment orang-orang sinis itu. Kalopun membaca, semoga dia nggak ikut terpancing emosinya. Tapi baguslah link blog dia nggak dicantumin di sini.

Kata orang-orang ini, bisa aja saya menjual toner ini sebagai bentuk KW atau palsu dari produk kesayangan mereka. Ngapain juga, kurang kerjaan banget deh. Saya yakin, para pembaca yang sudah mempraktekkan resep ini pun tidak berniat menjual produk palsu. 

Biarin deh. Saya sih cuma ketawa aja. Habisnya lucu sih.. Saya sih maklum. Yang jualan kesannya seperti menganggap homemade toner saya ini saingan. Pelanggan dia kesannya seperti nggak percaya ada barang homemade dengan manfaat sama dan mudah dibuat.

Saya tidak merekomendasikan homemade skincare untuk orang bebal. Saya hanya merekomendasikannya untuk orang yang bisa berpikir cerdas dan bijaksana. Saya percaya, masih lebih banyak orang bijak daripada orang bebal (semoga begitu).

Terima kasih buat kalian yang udah baca blog saya yang no.2 dan kesasar di blog no.3 ini. 

Betul sekali isi quote ini


Yang masih yakin bahwa ragi roti berbahaya untuk kulit, wajib mampir ke sini :