Kamis, 13 Februari 2014

Happy (Black) Valentine's Day!


14 Februari!
Valentine's Day is coming! Selamat ya buat kalian yang merayakannya! Selamat hari penuh cinta, penuh coklat, penuh bunga! 

Saya nggak merayakan Valentine's day. I hate this day, full of pink and chocolate yeahh.. Saya bukan anti cinta, bukan jomblo, bukan kaum fanatik yang anti Valentine. Saya cuma nggak suka romantism & sugary things. Dan saya benci makanan manis seperti coklat, karena saya takut terkena diabetes seperti ibu saya.

I'm not single, I'm "other"

saya bukan anti cinta

tapi bocah ini

dan makanan ini

untung Cupid itu tidak ada, jika ada malang betul nasibnya

Temen saya ada yang bilang long distance relationship itu jomblo secara geografis. Hihihi.. istilah apaan tuh. Kata orang LDR lebih buruk daripada single. Bagaimana dengan single karena terpaksa oleh suatu keadaan?  Sesuatu yang buruk & kelam itu punya nilai keindahan tersendiri, yang tidak bisa dipahami oleh orang-orang normal seperti mereka.

Gambar yang sangat menyentuh..


Mengingatkan saya pada lirik lagu Blutengel yang berjudul Weg Zu Mir
"Der Tod hat uns entzweit. er war stärker noch als wir.

Doch nun ist es so weit. Ich hole dich zu mir"


artinya :
"The death has driften us apart, it was stronger than us

Though, now it has come to this, I bring you to me."


romantic side of death

black is the new pink

kenapa ya? mungkin karena banyak sisi gelapnya



Valentine's day is the black day, especially this year

Ehmm.. memang 14 Februari 2014 adalah black Valentine's day
karena Gunung Kelud meletus 13 Februari 2014 malam
Bayangkan, radius 30 km hujan batu dan pasir
Dampak abu vulkaniknya menyebar sampai lebih 400 km
Banyak kota di Jawa Timur & Jawa Tengah yang gelap akibat abu

gunung kelud kompas

Gunung Kelud meletus, radius 30 km hujan batu - Lokasi pengungsian belum siap - Erupsi Gunung Kelud

Gunung-Kelud tribunnews

Horor yang sesungguhnya, dia benar-benar mengamuk..

Kota Ponorogo terkepung debu tebal Gunung Kelud - Ganggu aktivitas warga - Kota Ponorogo terkepung debu tebal dari letusan Gunung Kelud. Ketebalan abu mencapai dua sentimeter dan mengganggu aktivitas warga.
Hujan abu, aktivitas penerbangan di Juanda Surabaya masih lumpuh - PT Angkasa Pura I: Saat ini belum ada flight - Pesawat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya tertutp abu vulkanik Gunung Kelud
Hujan Abu di perempatan Panggung Jebres Solo, Jumat (14/2/2014) subuh tadi. (JIBI/Solopos/Istimewa/Doni Purwosulistio)
gelap dan penuh abu

Benar-benar hari hitam
Mari berdoa untuk negara kita yang melimpah bencananya ini..

Post hari ini emang agak semrawut. Pikiran saya sedang kacau, harap maklum.
Makasih udah mampir kesini..



Minggu, 09 Februari 2014

Seputar Masa Kecil

Hai..
Saya sudah pernah cerita di post yang ini bahwa saya sudah jadi goth sejak kecil, meskipun tidak menyadarinya. Saya dulu tidak tahu istilah goth & gothic, tapi gaya hidup saya berbeda dari anak-anak lainnya. Saya suka hal-hal yang gelap & menyeramkan sejak kecil.

Saya suka menggambar dari dulu. Saya masih menyimpan gambar-gambar sejak SD. Saya menggambar di kertas apa saja, asalkan kosong. Kertas kalender, surat tidak terpakai, bahkan kertas ulangan bekas. Ini gambar yang saya buat saat kelas 4 dan 5 SD.

"Gadis Eksentrik Misterius"
Namanya Merisse, umur 13 tahun


Sekumpulan orang berbaju hitam, semacam komunitas goth gitu..
Pemimpinnya adalah Tammy, gadis yang pake sepatu high heels
Ceritanya saya jadi bagian dari komunitas itu, di gambar ini saya yang berambut coklat di sebelah Merisse

Waktu SD saya pernah ditanya teman "Kenapa kamu nggambar orang pake baju hitam terus? Apa nggak punya spidol warna lain?" 

Hehe.. spidol sih saya punya warna yang lengkap, tapi saya memang kurang suka menggambar orang dengan pakaian warna-warni, nggak tahu kenapa.

Soal mainan, saya suka main boneka. Boneka yang paling saya suka adalah boneka vintage. Bonekanya agak mirip gambar ini :

 
Ow.. manis sekali ya?
Itu bukan boneka saya, saya mengambil gambarnya dari sini dan sini

Saya tidak pernah punya Barbie, dan memang tidak pernah ingin. Saya lebih suka boneka yang ukurannya cukup besar sehingga bisa dipeluk, dan yang bisa bersuara. Saya punya 3 boneka vintage bernama Sally, Diana, dan Kako si bayi. Sally dilengkapi baterai, dia bisa menyanyi jika tombol di punggungnya dipencet. Kako bisa menangis jika pacifier-nya dilepas. Diana tidak ada baterainya, tapi saya suka karena dia dilengkapi koleksi baju. 

Ada beberapa teman saya yang beranggapan bahwa boneka seperti itu seram, karena matanya bisa berkedip-kedip. Menurut saya sih nggak seram, boneka seperti itu manis sekali. 

Mereka membayangkan mata bonekanya bisa seperti ini, bergerak-gerak sendiri

Saya bahkan suka boneka kuno, misalnya boneka porselen dari tahun 1940an atau lebih tua lagi, yang bajunya sudah lusuh dimakan jaman. Sayang saya nggak punya, tapi saya pernah lihat di pameran. Kira-kira seperti ini :

Biarpun kuno tapi masih cantik

Dulu film Child's Play terkenal banget, saya sempat kepingin boneka Good Guys (Chucky). Tapi ibu saya nggak setuju, karena takut bonekanya bener-bener berisi roh jahat. Ah, itu kan cuma film..

cakep!

Nah, yang ini baru serem! Saya juga nggak mau punya boneka dengan muka rusak kayak gini

Sekian dulu ceritanya.. sampai jumpa lagi!




Rabu, 05 Februari 2014

Mengapa orang-orang membenci goth?

Hai!
Goth di seluruh dunia pasti mengalami hal yang tidak menyenangkan seperti dibenci atau didiskriminasi, padahal kita tidak berbuat sesuatu yang salah. Jangan terlalu diambil hati. Jika mereka membenci kita, itu kemenangan bagi kita.



Di Indonesia khususnya, goth juga dianggap miring. Mengapa? Kira-kira begini alasannya :

  • Indonesia adalah bangsa religius
Semua orang Indonesia beragama, betul kan? Mereka terlanjur salah paham tentang goth, yang memang adalah budaya luar. Di luar sendiri, goth dicap sebagai pemuja setan (satanist), lebih parah lah dari atheist. Nyatanya tidak semua goth itu pemuja setan. Justru orang-orang yang sebelumnya biasa saja ketika bergabung ke sekte pemuja setan malah berpakaian seperti goth, padahal sebelum bergabung ke sekte tersebut mereka berpakaian normal. 



Banyak goth yang punya agama dan rajin beribadah. Saya beragama Katolik. Saya hanya akan menyembah Tuhan, tidak pada setan. Meskipun saya mengakui saya bukan orang religius, saya tidak pernah meninggalkan ibadah. Di pikiran saya, orang religius itu benar-benar paham soal agama, selalu aktif dalam kegiatan gereja. Saya bukan orang yang benar-benar mendalami seluk-beluk agama, saya sering menghindari diskusi yang menyinggung-nyinggung soal agama di forum umum. Bukan karena saya apatis, saya hanya takut interpretasi saya salah, dan saya jadi terdengar seperti orang bodoh.


Bagaimana dengan orang-orang normal yang mengaku beragama & rajin beribadah tapi masih menganut klenik, minta bantuan dukun & menyimpan jimat? Apakah goth masih lebih buruk dari mereka? Bagi saya, bukan hak manusia untuk menghakimi. Itu semua urusan antara manusia dengan Tuhan.

Saya sudah baca website ini, dibuat oleh "ahli agama" yang isinya bikin saya pengen ketawa
Tuhan membenci goth? Tahu darimana mereka? Memangnya mereka Tuhan?
  • Orang-orang mengira goth selalu depresi 
Hanya karena goth menyukai warna-warna gelap, masyarakat menganggap goth adalah orang depresi. Lagipula, jika memang orang itu depresi kenapa harus dihindari? Bukankah seharusnya malah dihibur?

orang biasa juga banyak yang depresi kok..

beautiful smile mother and daughter people blue
banyak goth yang bahagia & tidak depresi
  • Selera musik yang berbeda

Mereka menganggap musik kita aneh, jelek, gelap. Kita tidak bisa men-judge orang berdasarkan selera musiknya. Semua orang pasti punya hobi dan kesukaan yang berbeda. Kita nggak bisa bilang genre musik ini yang terbaik, yang itu terburuk. Genre ini berkelas, yang itu kampungan. Itu kan menurut kita, menurut orang lain pasti berbeda. Jangan memaksa orang lain untuk mendengarkan musik kesukaan kita, belum tentu mereka suka.


Itulah sebabnya saya tidak memasang gadget MP3 player di blog-blog saya. Sebenarnya kepingin sih, tapi menurut saya itu tidak bijaksana. Belum tentu orang suka mendengarkan musik yang jadi background blog kita. Saya sering berkunjung ke blog atau website yang ada musik background-nya, dan seringkali saya pause player nya (jika ada menu pause). Jika tidak, speaker di laptop saya setel sampai 0. Mau gimana lagi, saya nggak suka lagunya tapi saya suka artikelnya.

  • Pandangan yang berbeda mengenai kecantikan
Orang Indonesia pada umumnya memandang kecantikan oriental (Korea, Jepang, China) adalah yang terbaik. Sekarang sedang booming dandanan ulzzang ala Korea, konsepnya adalah innocent beauty dengan makeup yang senatural mungkin namun terlihat cute. Cewek-cewek yang menganut konsep ini (nggak semua ya) banyak yang menilai goth sebagai sesuatu yang tidak elegan, tidak cute, lebay, dan mengerikan. 

 
karena menurut mereka kecantikan yang ideal adalah yang seperti ini

 
bagaimana dengan yang ini?

Di blog saya yang satunya (blog tentang kosmetik), saya baru saja mereview tentang lipstik warna ungu tua. Orang ini (saya asumsikan dia cewek, entah cewek beneran atau jadi-jadian) comment secara anonymous, dia mengatakan saya aneh & seperti mak lampir. Biarin aja. Berarti dia kuper, seperti katak dalam tempurung yang nggak pernah melihat berbagai sisi kehidupan dan dunia luar. 

Mak lampir itu mukanya hijau, saudara-saudara
Muka saya nggak ijo

Dunia ini perlu variasi. Jika semua cewek memiliki dandanan sama (atau bahkan operasi plastik sehingga wajahnya sama semua) pasti dunia akan membosankan. Percuma saja jika semua cewek terlihat cantik dan cute tapi nggak bisa dibedakan satu sama lain. Itu sama saja seperti kita melihat boneka Barbie yang diproduksi oleh  1 pabrik, semua terlihat sama, semua cantik. Mungkin hanya model baju dan rambutnya yang dibuat berbeda.

tuh kan mukanya sama.. cuma beda rambut, baju dan lipstik aja

  • Mereka mengira goth adalah penjahat
Goth sering disamakan dengan preman, terutama goth yang punya tattoo dan piercing. Pakaian yang serba gelap terlihat sangar dan dikaitkan dengan perilaku agresif, yang suka menyakiti orang lain. Tidak semua goth agresif. Goth adalah manusia biasa. Kita tahu, semua manusia punya batas kesabaran dan kadang-kadang tidak semuanya bisa mengontrol diri. Jika seorang goth selalu diperlakukan buruk, dia bisa saja marah dan melakukan sesuatu yang tidak terduga. Orang lain yang bukan goth juga bisa tersinggung dan marah jika disakiti. Kenyataannya, penjahat di Indonesia banyak yang bukan goth. Mereka orang-orang mainstream, seperti masyarakat pada umumnya.

Karena  penjahat umumnya pake baju hitam?

Saya paham betul, menjadi seorang goth akan selalu dianggap aneh dan menyeramkan. Dulu saya agak jengkel dibilang seram, tapi sekarang saya bangga & bahagia! Itu adalah ciri khas saya, tidak akan saya ubah. Di blog satunya saya bilang, I'm not cute and never try to be cute. Saya tidak akan berusaha menjadi cewek cute agar diterima & disukai oleh masyarakat.

 Oke deh.. sekian dulu



Minggu, 02 Februari 2014

Saya sudah jadi goth sejak kecil, meskipun tidak menyadarinya

Hai!
Saya ingin sedikit sharing tentang masa kecil saya. Bagaimana dengan masa kecil kalian? Pasti menyenangkan dan penuh keceriaan ya.. Masa kecil saya juga begitu, tapi agak sedikit berbeda dengan kalian *mungkin*

Anak-anak biasanya penakut, iya nggak sih? Tapi saya dulu pemberani lho, hehehe... Saya nggak pernah takut gelap, hantu, film horror, atau hewan yang bentuknya menyeramkan. Dengan santainya saya bermain dengan cacing, lipan, kalajengking. Sebenarnya karena masih bego, nggak ngerti kalo hewan-hewan itu bahaya.

Sebagai anak kecil, saya nggak takut gelap

Waktu TK, saya suka nonton film horror Indonesia yang dibintangi Suzanna. Nontonnya sama anak tetangga yang sudah kelas 6 SD, dia teriak-teriak heboh tapi saya nyantai saja. Saya sudah berani tidur sendiri dengan lampu kamar dimatikan, ke kamar mandi sendiri malam-malam. 

Mungkin cuma saya anak TK yang hobi nonton film Suzanna, haha...

Saya punya teman khayalan waktu TK sampai kelas 1 SD. Namanya saya lupa, pokoknya dia berbentuk malaikat dengan sayap hitam. Dia tinggi banget, saya cuma sedengkulnya. Saya nggak ngerti deh, itu makhluk khayalan saya atau beneran ada. Pernah saya terkunci di gudang sekolah TK, saya minta tolong dia untuk membuka pintunya. Beneran bisa! Saya akhirnya bisa keluar. Tapi sejak saya naik kelas 2 SD dia sudah nggak muncul lagi.

Saya nggak yakin dia hanya imajinasi atau nyata

Oya, saya suka warna merah dan hitam sejak kecil. Padahal anak-anak cewek biasanya suka warna pink, saya justru suka merah darah. 

Yang lain suka pink

Saya suka merah & hitam

Buku favorit saya yaitu serial Goosebumps karya R.L. Stine. Buku ini kondang di era '90-an. Ibu membelikan Goosebumps pertama saya di tahun 1997, saat itu saya kelas 1 SD. Judulnya "Monster Telur dari Mars", tapi menurut saya kurang seram. Saya minta dibelikan yang lebih seram lagi, dan jadilah saya punya koleksinya. Menurut Ibu itu sudah seram, Ibu saya juga baca dan beliau nggak bisa tidur gara-gara terbayang ceritanya. Sekarang buku Goosebumps saya sudah hilang entah ke mana, hihihi.. Tahun 2001 serial Goosebumps dijadikan serial TV, yang pastinya saya tonton. Ternyata tidak seseram imajinasi saya, kecewa deh tapi cukup menghibur kok.

Buku favorit jaman SD

serial TV Goosebumps episode "Boneka Hidup Beraksi"

Selain serial Goosebumps, saya suka serial Addams Family. Wednesday Addams favorit saya, karena saat tayang sepertinya dia seumuran saya. Tapi ternyata Christina Ricci yang memerankan Wednesay lebih tua dari saya. Wednesday ini anak kecil yang misterius, saya menemukan kemiripan dengan dia, hehehe...

Addams Family, serial TV yang populer tahun '90an

Wednesday Addams - diperankan oleh Christina Ricci

Kartun favorit saya yaitu Beetlejuice, tayang di TPI pada tahun 2000. Saya suka Lydia Deetz, baik kartun maupun versi live yang diperankan oleh Winona Ryder.

 

Lydia Deetz - diperankan oleh Winona Ryder

Ada lagi serial TV yang saya suka saat SD, yaitu Angel dan Buffy the Vampire Slayer. Angel si vampir diperankan oleh David Boreanaz, sedangkan Buffy the Vampire Slayer dibintangi oleh Sarah Michelle Gellar. Ceritanya hampir mirip-mirip, yaitu seputar berburu hantu alias pekerjaan sebagai ghostbuster.  Saya nonton ini sambil nyolong-nyolong karena tayang jam 10 malam. Kalo nggak salah waktu tahun 1999 - awal 2000an. Pokoknya kalo nonton ini jangan sampai ketahuan ortu. Lagipula kadang adegannya terlalu sadis & pemainnya pake baju yang kelewat sexy. Tapi nggak ada adegan mesumnya kok. 

 

Jaman SMA saya suka serial Supernatural. Pasti banyak kan yang suka.. ceritanya masih tentang ghostbuster. Temen-temen saya yang cewek semua nonton walaupun sambil takut-takut, karena mereka cuma pingin lihat Jensen Ackles & Jared Padalecki yang emang cakep-cakep. Saya suka Supernatural bukan karena pemainnya, tapi memang karena ceritanya seru.


Walaupun tontonan saya jaman dulu nggak jauh-jauh dari vampir, saya nggak suka nonton Twilight. Nggak ada serem-seremnya menurut saya, malah dominan cerita romantisnya. Kayak nonton drama aja. 

Waktu SD saya sudah suka menggambar cergam (cerita gambar). Tokoh utamanya bernama Merisse, gadis kecil berambut panjang yang pendiam dan selalu pakai baju hitam. Ceritanya Merisse ini punya kekuatan ajaib, dia bisa mengendalikan bayangan. Serem juga kan, anak kelas 4 SD sudah bikin cerita kayak begitu. Dulu saya belum tahu sama sekali tentang istilah goth atau gothic. 

Saya dulu suka mendengarkan acara seram di radio, disiarkan tiap malam Jumat. Pokoknya isinya tentang sharing cerita seram, diiringi sound effect yang serem. Lagu-lagu selingannya juga gelap. Saya baru nyadar sekarang kalo lagu yang sering diputar di sana adalah lagunya Blutengel, Lycia, Diary of Dreams, Darling Violetta, dan sebangsanya. Lagu-lagu Darling Violetta sering dipakai untuk soundtrack serial TV, misalnya Angel dan Buffy the Vampire Slayer. Saya suka lagu-lagu band-band goth tapi dulu nggak ngerti judul, penyanyi, maupun bahasanya. Internet belum sepopuler sekarang, jadi nggak bisa browsing. Acara radio itu sampai sekarang masih ada, tapi lagu selingannya udah bukan lagu gothic lagi. Lagu-lagunya sekarang yang mainstream. Mungkin penyiarnya takut kali ya, makanya nyetel lagu umum biar rileks, hihihi..

 
 
Kelas 6 SD temen-temen saya sedang demam F4, saya malah suka lagu gothic *tapi belum ngerti kalo itu genre gothic*

Saya baru tahu istilah goth & gothic waktu saya SMA. Dan saat itu saya baru nyadar bahwa selama itu saya punya gaya hidup sebagai goth. Ya ampun telat banget tahunya..

Dari kecil saya kurang suka bergaul memang, dan saya sudah selalu dianggap berbeda oleh anak-anak lainnya. Ortu teman juga menganggap begitu. Si Lintang aneh ya, kok dia berani sendirian, anak kecil kok punya imajinasi seram, dan sebagainya.

Tidak masalah. Saya menikmati hidup saya, haha..

Sampai jumpa!