Rabu, 05 Februari 2014

Mengapa orang-orang membenci goth?

Hai!
Goth di seluruh dunia pasti mengalami hal yang tidak menyenangkan seperti dibenci atau didiskriminasi, padahal kita tidak berbuat sesuatu yang salah. Jangan terlalu diambil hati. Jika mereka membenci kita, itu kemenangan bagi kita.



Di Indonesia khususnya, goth juga dianggap miring. Mengapa? Kira-kira begini alasannya :

  • Indonesia adalah bangsa religius
Semua orang Indonesia beragama, betul kan? Mereka terlanjur salah paham tentang goth, yang memang adalah budaya luar. Di luar sendiri, goth dicap sebagai pemuja setan (satanist), lebih parah lah dari atheist. Nyatanya tidak semua goth itu pemuja setan. Justru orang-orang yang sebelumnya biasa saja ketika bergabung ke sekte pemuja setan malah berpakaian seperti goth, padahal sebelum bergabung ke sekte tersebut mereka berpakaian normal. 



Banyak goth yang punya agama dan rajin beribadah. Saya beragama Katolik. Saya hanya akan menyembah Tuhan, tidak pada setan. Meskipun saya mengakui saya bukan orang religius, saya tidak pernah meninggalkan ibadah. Di pikiran saya, orang religius itu benar-benar paham soal agama, selalu aktif dalam kegiatan gereja. Saya bukan orang yang benar-benar mendalami seluk-beluk agama, saya sering menghindari diskusi yang menyinggung-nyinggung soal agama di forum umum. Bukan karena saya apatis, saya hanya takut interpretasi saya salah, dan saya jadi terdengar seperti orang bodoh.


Bagaimana dengan orang-orang normal yang mengaku beragama & rajin beribadah tapi masih menganut klenik, minta bantuan dukun & menyimpan jimat? Apakah goth masih lebih buruk dari mereka? Bagi saya, bukan hak manusia untuk menghakimi. Itu semua urusan antara manusia dengan Tuhan.

Saya sudah baca website ini, dibuat oleh "ahli agama" yang isinya bikin saya pengen ketawa
Tuhan membenci goth? Tahu darimana mereka? Memangnya mereka Tuhan?
  • Orang-orang mengira goth selalu depresi 
Hanya karena goth menyukai warna-warna gelap, masyarakat menganggap goth adalah orang depresi. Lagipula, jika memang orang itu depresi kenapa harus dihindari? Bukankah seharusnya malah dihibur?

orang biasa juga banyak yang depresi kok..

beautiful smile mother and daughter people blue
banyak goth yang bahagia & tidak depresi
  • Selera musik yang berbeda

Mereka menganggap musik kita aneh, jelek, gelap. Kita tidak bisa men-judge orang berdasarkan selera musiknya. Semua orang pasti punya hobi dan kesukaan yang berbeda. Kita nggak bisa bilang genre musik ini yang terbaik, yang itu terburuk. Genre ini berkelas, yang itu kampungan. Itu kan menurut kita, menurut orang lain pasti berbeda. Jangan memaksa orang lain untuk mendengarkan musik kesukaan kita, belum tentu mereka suka.


Itulah sebabnya saya tidak memasang gadget MP3 player di blog-blog saya. Sebenarnya kepingin sih, tapi menurut saya itu tidak bijaksana. Belum tentu orang suka mendengarkan musik yang jadi background blog kita. Saya sering berkunjung ke blog atau website yang ada musik background-nya, dan seringkali saya pause player nya (jika ada menu pause). Jika tidak, speaker di laptop saya setel sampai 0. Mau gimana lagi, saya nggak suka lagunya tapi saya suka artikelnya.

  • Pandangan yang berbeda mengenai kecantikan
Orang Indonesia pada umumnya memandang kecantikan oriental (Korea, Jepang, China) adalah yang terbaik. Sekarang sedang booming dandanan ulzzang ala Korea, konsepnya adalah innocent beauty dengan makeup yang senatural mungkin namun terlihat cute. Cewek-cewek yang menganut konsep ini (nggak semua ya) banyak yang menilai goth sebagai sesuatu yang tidak elegan, tidak cute, lebay, dan mengerikan. 

 
karena menurut mereka kecantikan yang ideal adalah yang seperti ini

 
bagaimana dengan yang ini?

Di blog saya yang satunya (blog tentang kosmetik), saya baru saja mereview tentang lipstik warna ungu tua. Orang ini (saya asumsikan dia cewek, entah cewek beneran atau jadi-jadian) comment secara anonymous, dia mengatakan saya aneh & seperti mak lampir. Biarin aja. Berarti dia kuper, seperti katak dalam tempurung yang nggak pernah melihat berbagai sisi kehidupan dan dunia luar. 

Mak lampir itu mukanya hijau, saudara-saudara
Muka saya nggak ijo

Dunia ini perlu variasi. Jika semua cewek memiliki dandanan sama (atau bahkan operasi plastik sehingga wajahnya sama semua) pasti dunia akan membosankan. Percuma saja jika semua cewek terlihat cantik dan cute tapi nggak bisa dibedakan satu sama lain. Itu sama saja seperti kita melihat boneka Barbie yang diproduksi oleh  1 pabrik, semua terlihat sama, semua cantik. Mungkin hanya model baju dan rambutnya yang dibuat berbeda.

tuh kan mukanya sama.. cuma beda rambut, baju dan lipstik aja

  • Mereka mengira goth adalah penjahat
Goth sering disamakan dengan preman, terutama goth yang punya tattoo dan piercing. Pakaian yang serba gelap terlihat sangar dan dikaitkan dengan perilaku agresif, yang suka menyakiti orang lain. Tidak semua goth agresif. Goth adalah manusia biasa. Kita tahu, semua manusia punya batas kesabaran dan kadang-kadang tidak semuanya bisa mengontrol diri. Jika seorang goth selalu diperlakukan buruk, dia bisa saja marah dan melakukan sesuatu yang tidak terduga. Orang lain yang bukan goth juga bisa tersinggung dan marah jika disakiti. Kenyataannya, penjahat di Indonesia banyak yang bukan goth. Mereka orang-orang mainstream, seperti masyarakat pada umumnya.

Karena  penjahat umumnya pake baju hitam?

Saya paham betul, menjadi seorang goth akan selalu dianggap aneh dan menyeramkan. Dulu saya agak jengkel dibilang seram, tapi sekarang saya bangga & bahagia! Itu adalah ciri khas saya, tidak akan saya ubah. Di blog satunya saya bilang, I'm not cute and never try to be cute. Saya tidak akan berusaha menjadi cewek cute agar diterima & disukai oleh masyarakat.

 Oke deh.. sekian dulu



6 komentar:

  1. long live goth! nothing can bring us down

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeaahh!! thanks for stopping by..

      Hapus
  2. demam korea dimana" cewe indonesia yg pribumi & tionghoa suka dandan gaya korea. cantik tp childish n maksa banget biar kelihatan cute. dinegeri kita anak punk juga dibenci n dijaring satpol pp. apa mgkin dianggap merusak pemandangan? XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya jg trend, dimaklumi & ditolerir aja. biarkan mereka menekuni hobi masing2.
      ya.. anak punk sering dianggap meresahkan krn penampilan mereka yg spt preman jalanan. toh belum tentu mereka melakukan kejahatan. begitulah kondisi masyarakat kita, suka nge-judge dengan gampangnya..

      Hapus
  3. Dulu pas SMA aku sering bgt dateng ke gigs lokal. Dengerin musik keras dan kata temen2 serem, seperti black sabbath, atreyu, trivium dsb. Makin ke sini jarang dengerin karena emg udh beda mood dan kesukaan, skrg lebih dengerin musik pop folk ato jazz.
    Secara nggak sadar itu berpengaruh thd penampilan, dlu smua kaos item.. rambut harus lurus, kutek item. Bukan mengkotak-kotakkan, tapi stereotipe masyarakat terbentuk dari budaya yg sudah dibangun oleh suatu komunitas itu sendiri. Skrg sih masih suka dengerin musik2 tsb dan respect juga sama orang yg berpenampilan sesuai dg apa yg mereka yakini..
    Gpp dong ya asal nggak merusak dan merugikan ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. btw band kesukaanmu sama dgn kesukaan pacarku, hehe..
      hmm.. jangankan berbeda stereotipe, beda logat aja sering jadi bahan ejekan di masyarakat kita. paling miris kalo ada suatu suku yg dicap buruk oleh suku lainnya
      ya betul.. mengekspresikan diri adalah kebebasan tiap orang, yg penting nggak berpengaruh negatif bagi orang lain

      Hapus