Sabtu, 24 Mei 2014

Hello Troll !!!

Blog ini blog pribadi, tapi siapapun boleh baca karena nggak ada rahasia penting di dalamnya.

Pasti banyak orang yang udah bikin blog pribadi, apapun isinya. Ada yang dibuat privat, terbatas, atau umum. Apapun setelannya, blog pribadi ibaratnya rumah kalian. Orang boleh bertamu dan menyapa kalian. Gimana perasaan kalian seandainya ada orang-orang tidak dikenal menyerobot masuk & saling bentrok di dalam rumah kalian, tidak menghiraukan si empunya rumah. Benar-benar nggak sopan kan? Apalagi jika para pengacaunya sengaja pakai topeng supaya nggak dikenali. Udah kayak rampok aja..

Pakai topeng kayak perampok

Atau Darth Vader

Nah itu terjadi pada rumah saya di dunia maya. Blog saya yang #2 diserbu beberapa visitor yang saling bentrok di situ. Semua pakai nama samaran dan anonim, bukan profil yang bisa dilacak identitasnya. Ada yang marah betul terhadap komentar si pencetus masalah. Isi komentarnya memang ambigu dan penuh emosi. Rupanya ada yang nggak terima dengan kata-kata orang ini. Ada lagi orang yang berkomentar untuk mengejek pembaca yang tidak terima. Kata teman saya, kemungkinan orang-orang itu adalah 1 orang yang sama. Satu orang ini bisa dikatakan troll. 

Troll dalam istilah slang internet didefinisikan sebagai orang yang menyebar perselisihan di internet dengan memulai argumen yang memancing emosi pembaca atau tulisan yang di luar topik dalam sebuah komunitas online (forum, chat room, blog). 


Alasan seseorang untuk ngetroll itu apa sih? Bisa saja karena sirik, cari perhatian, atau memang sifatnya suka asal njeplak alias ngomong tanpa dipikir.

Troll suka asal njeplak. Kalo ada yang tersinggung dia bilang "Masalah buat lu?"

Kata temen saya sih, troll yang satu ini sepertinya sudah sering sekali mampir dan komentar di blog saya, dilihat dari cara ngomong dan tanda baca yang mirip. Tapi saya sendiri yang nggak nyadar. Btw temen saya ini lulusan psikologi, mungkin dia lebih ngerti ilmunya. Sebelum saya bikin post yang memancing huru-hara ini, saya nggak menemukan komentar negatif, kayaknya ya semua komentar kalem-kalem aja. Ada sih beberapa anonim yang komentar nylekit, tapi nggak sampai memancing keributan dari pembaca lain.

Ada yang menyarankan saya untuk memoderasi komentar di blog #2 (sudah saya lakukan). Juga disarankan untuk membatasi komentar, yang tidak punya ID nggak boleh comment. Saya sebenernya mengharapkan setiap pembaca yang komentar menuliskan nama aslinya, meskipun tanpa URL seandainya mereka nggak punya akun google atau open ID (eh tapi nggak mungkin orang jaman sekarang nggak punya akun Google, lha mereka mau YouTube-an pakai apa?). Tapi mereka seringkali pakai nama samaran. Nah kata temen saya, itu adalah sasaran empuk bagi troll. 

Masak orang jaman sekarang nggak punya Google account? Nggak mungkin lah
Pada suka nongkrong di YouTube kan?

Mungkin si mbak-mbak itu nggak bermaksud jadi troll, maksudnya nggak sengaja gitu. Tapi yah mbok dipikir dulu kalo komentar di blog orang lain. Itu blog pribadi saya ya, bukan forum umum yang membernya bisa saling berkomentar yang menjatuhkan. 


Untung saya selaku si empunya blog nggak ikutan ribut. Malu dong saya kalo ribut, attitude saya di mana? Pedoman bagi semuanya, pikirkan dulu sebelum berkomentar di blog orang lain. Apakah komentar kalian itu :
1. baik?
2. perlu?
3. benar?


Tapi sengaja komentar ribut yang udah terlanjur publish nggak saya hapus. Biar nanti kalo ada yang komentar aneh-aneh lagi bisa saya bandingkan bahasa, tanda baca dan lain-lainnya. Kalo mirip, nah lho.. ketahuan kalo kalian itu 1 troll yang sama! Masak cewek kok ngetroll? Malu-maluin ah. Cewek yang hobi ngetroll dan nyampah di blog orang lain nggak keliatan inner beauty-nya.

Siapa yang hobi nyampah di blog orang?

Udah dulu ah curhatnya. Ingat ya, jangan trolling everywhere! 







2 komentar:

  1. ha akhirnya soal trolling dibahas. heran ma cewe2, masalah beli produk lokal or impor aja ribut. negara ini layak dikasiani krn punya warga negara yg suka asal njeplak selain para koruptor n politikus berotak kosong fufufufu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ributnya karena merasa tersindir atau merasa benar. ngomong harusnya pake sumber, ato minimal bahasanya jelas & nggak ambigu, netral & wajar

      Hapus