Kamis, 05 Juni 2014

Karena Homemade Skincare Hanya untuk Orang Bijak

Peringatan untuk yang baca :
Ini blog pribadi saya, jadi suka-suka saya. Nama dan foto tidak saya samarkan. Jika kamu merasa ada di gambar berikut ini, JANGAN suruh saya minta maaf pada kamu. Kan kamu juga mencantumkan link blog saya & bergunjing ria secara gamblang di situ, impas lah..

Hehehe.. 
Entah kenapa blog saya yang #2 cepat sekali menyebar, gara-gara saya bikin homemade skincare yang konsepnya fermentasi itu. Saya nggak pernah share di jejaring sosial, saya bukan blogger terkenal, saya juga bukan pemilik online shop.

Saya blogger iseng, tapi keisengan saya didasarkan pada pengetahuan dan referensi terpercaya. Saya membuat homemade skincare untuk diri saya sendiri, tapi ada yang minta ditunjukkan cara membuatnya. Ya udah, saya tulis di blog. Nggak taunya eh.. ada yang share link saya di Facebook. Banyak sekali comment yang menghujat isi blog saya. Saya pun nggak tau kalo nggak dikasihtau seseorang, kan saya nggak pakai Facebook. 

Jenaka sekali isi comment-nya. Nih saya tunjukkan :










Terima kasih buat kalian yang sudah mempopulerkan blog saya dengan cara konyol begini

Sebenarnya commentnya masih banyak, tapi udah ah, capek saya print screen nya.. hihihi
Saya nggak perlu marah, karena marah pada orang yang nggak ngerti itu percuma.

Paling bodoh adalah comment "Lama-lama mukanya jamuran kayak tempe"
Hahaha.. mana ada Saccharomyces bikin muka berjamur, substratnya aja beda. Kecuali saya masukkan Candida ke dalam toner ini.. nah, itu bisa bikin penyakit. 

Lalu yang bodoh lagi : "Kalo mau tahan lama ditambah pengawet. Gimana efek ke depannya di mukanya?" 
Mereka nggak baca apa, di FTE kesayangan mereka ada sodium benzoate (dan aneka paraben). Nah lho, terbukti kalo mereka nggak tau apa-apa.

Blog saya yang no. 2 ini nggak saya tulis dengan sok tau. Saya sudah membaca banyak referensi, bertanya pada ahlinya (dermatologist & para peneliti produk fermentasi), dan mencoba sendiri. Referensi yang saya baca pun bukan sembarangan, harus yang benar-benar hasil penelitian di jurnal-jurnal ilmiah. Tapi ya udah lah.. mana paham mereka yang begituan, nggak nyampe pikirannya. 

 
  
Saya banyak baca, browsing, dan bertanya 
Tanya kepada pakar yang cerdas tentunya, bukan kepada tukang gosip

Saya juga membaca ada yang mengomentari soal DIY lip tint dari pewarna makanan & DIY bronzer dari bubuk coklat yang ditulis oleh seorang blogger Indonesia. Saya tau bloggernya, blogger ini termasuk favorit saya juga karena ide-idenya keren dan dia sangat peduli pada kosmetik halal, vegan, animal cruelty free. Semoga dia nggak membaca comment orang-orang sinis itu. Kalopun membaca, semoga dia nggak ikut terpancing emosinya. Tapi baguslah link blog dia nggak dicantumin di sini.

Kata orang-orang ini, bisa aja saya menjual toner ini sebagai bentuk KW atau palsu dari produk kesayangan mereka. Ngapain juga, kurang kerjaan banget deh. Saya yakin, para pembaca yang sudah mempraktekkan resep ini pun tidak berniat menjual produk palsu. 

Biarin deh. Saya sih cuma ketawa aja. Habisnya lucu sih.. Saya sih maklum. Yang jualan kesannya seperti menganggap homemade toner saya ini saingan. Pelanggan dia kesannya seperti nggak percaya ada barang homemade dengan manfaat sama dan mudah dibuat.

Saya tidak merekomendasikan homemade skincare untuk orang bebal. Saya hanya merekomendasikannya untuk orang yang bisa berpikir cerdas dan bijaksana. Saya percaya, masih lebih banyak orang bijak daripada orang bebal (semoga begitu).

Terima kasih buat kalian yang udah baca blog saya yang no.2 dan kesasar di blog no.3 ini. 

Betul sekali isi quote ini


Yang masih yakin bahwa ragi roti berbahaya untuk kulit, wajib mampir ke sini :









Rabu, 04 Juni 2014

Hantu-hantu Favorit Saya

Judul yang aneh, hantu kok favorit?
Dimana-mana orang setuju bahwa hantu itu menyeramkan.
Nggak usah heran, karena yang punya blog ini adalah manusia unik yang kadang dibilang setengah hantu. 

Kalo nonton film horror Indonesia, lihat hantunya saya sering jijik sendiri. Mukanya hancur, bentuknya absurd. Ada yang dibuntel, ada yang kayak gorilla gondrong, ada yang organ dalamnya kemana-mana (pasti ngerti kan hantu apa yang saya maksud). Tapi ada beberapa hantu yang saya suka. Tentunya hantu yang wujudnya nggak menjijikkan. 

Berikut ini daftar hantu favorit saya, baik yang dari Indonesia dan dari luar.

Yang sungguhan ada

Nyi Roro Kidul

Saya pernah beberapa kali mimpi tentang ratu laut selatan ini. Kata orang-orang, saya harus segera dibawa ke paranormal kalo saya mimpi tentang dia, tapi saya nggak pernah ke paranormal. Di mimpi saya, Nyi Roro Kidul nggak ngomong apa-apa, nggak ngajak saya ke kerajaannya juga. Cuma nampang di laut, jalan di atas air. Orangnya (?) memang cantik banget. Nggak ada artis yang secantik dia, bahkan artis-artis yang udah oplas pun nggak bisa menyaingi wanita ini. Kecantikannya mungkin karena pengaruh kekuatan supranatural & karismanya. Nyi Roro Kidul termasuk hantu favorit saya karena sosoknya itu.

Yang pasti wujudnya jauh lebih cantik daripada lukisan ini

Saya sendiri nggak ngerti kenapa bisa mimpi tentang Nyi Roro Kidul, secara saya tidak menganut aliran kejawen dan nggak peduli dengan tradisi yang menyangkut supranatural. Kata temen saya, saya bisa punya kesempatan minta jimat. Eh apaan tuh, sesat banget sarannya. Saya nggak percaya jimat-jimat.

Kuntilanak

Yang ini sih di kampus saya banyak, hihihi.. Dilihat sepintas memang menyeramkan, apalagi kalo munculnya sekelebat dan mendadak. Ah, biasanya hantu itu memang suka muncul mendadak. 

Ringu (1998) 
Maaf, gambarnya malah Sadako

Tapi mereka sebetulnya tidak terlalu menyeramkan. Kadang-kadang wajah aslinya juga cantik, jika bisa melihat wajahnya. Ada yang jahat, ada juga yang baik seperti manusia. Ceruta-cerita di film bahwa kuntilanak bisa membunuh manusia itu bohong. Mereka tidak bisa membunuh, hanya menakut-nakuti.

Penunggang kuda tanpa kepala

Ini termasuk hantu lokal apa bukan ya? Eh tapi yang ini beneran ada di kampung menuju rumah saya, di daerah yang ada pintu air & hutan bambu. Pernah masuk acara "Dua Dunia" di Trans 7. Orang kampung setempat menyebut si penunggang ini londo ireng atau Meneer karena memang dia orang Belanda. Saya belum pernah melihat si Meneer secara langsung, tapi saya pernah dengar kudanya. 

Gagah sekali, sayang kepalanya buntung

Saya kan dulu sering pulang malam, jam 10 atau 11 karena ada praktikum di kampus. Nah, di dekat pintu air itu saya dengar suara kuda meringkik dan berlari di belakang motor saya, tapi nggak ada wujudnya. Saya pikir itu kuda punya orang kampung dan sedang lari di jalan setapak dekat hutan bambu. Ternyata bukan kuda hidup, melainkan kuda hantu. Saya baru ngerti setelah dikasih tau orang setempat dan nonton di "Dua Dunia". Jadi penasaran wujudnya kayak apa. Apa kayak gambar di atas ya?

Death Reaper

Sosok berjubah & berkerudung hitam selalu menarik perhatian saya. Saya suka gambar-gambar tentang death reaper tapi saya nggak mau ketemu dia dalam waktu dekat, hihihi.. Masih pingin hidup lebih lama.


Saya percaya death reaper ada & wujudnya kayak begitu meskipun saya belum pernah ketemu langsung. Adeknya temen saya tuh yang pernah lihat waktu neneknya mau meninggal. Si adek masih balita, jadi kita percaya dia memang masih bisa melihat makhluk halus semacam ini. 

Dia bilang, neneknya didekati oom-oom (?) berbaju hitam, mukanya nggak keliatan karena pakai kerudung hitam, dan bawa senjata tajam. Sebenarnya dia lihat rampok atau death reaper ya? Tapi kita asumsikan dia memang melihat death reaper karena kejadiannya berlangsung di rumah sakit, hanya pihak keluarga dan tim medis yang berada dalam ruangan sang nenek.

Tokoh fiktif

Samara Morgan

Si hantu cilik yang terkenal dengan sumur, video, dan kutukan 7 hari. Saya suka banget nonton film The Ring, udah berkali-kali nonton tetep nggak bosen. Yang belum pernah nonton filmnya, yuk sekali-sekali nonton.. nggak serem kok. Malah ceritanya agak sedih, dia dicemplungin ibu angkatnya ke sumur. Browsing sendiri sinopsis ceritanya kalo penasaran. Saya nggak mau cerita, hihihi..

Waktu Samara masih hidup, imut-imut ya anaknya..

Waktu udah jadi hantu

Saya lebih suka The Ring versi Amerika daripada Ringu Jepang, soalnya kalo Ringu hantunya orang dewasa (Sadako), ceritanya juga kurang menyentuh.

Boneka yang dirasuki roh jahat

Banyak cerita tentang boneka semacam ini. Tapi ada juga lho yang nyata, seperti yang sering ditayangkan di acara "On the Spot" Trans 7 -- misalnya boneka Robert, Mandy dan Annabelle. Menurut saya ya.. boneka-boneka yang sungguhan ada itu wujudnya kurang menarik.

Boneka Robert dan Annabelle yang sungguhan berisi roh jahat & sudah dimuseumkan
Wujudnya unyu-unyu tapi berbahaya

Boneka yang berisi roh jahat harusnya wujudnya yang agak serem, hehehe.. Misalnya begini

Sepintas biasa aja, tapi jika dipandangi wajahnya lama-lama serem juga

Si Chucky emang udah dari sononya serem

Udah dulu ah.. Oya, ini ada bonus foto hantu yang paling narsis

Yang ini merusak pemandangan saja