Minggu, 26 Juli 2015

Katanya Orang yang Baik itu Disukai Hewan dan Anak Kecil




Hai..
Sudah lama banget saya nggak nge-blog. Jika ditanya apa alasannya, panjang sekali ceritanya. Maafkan karena blog-blog saya jadi terbengkalai.
 
Akhir-akhir ini ada suatu pernyataan yang mengusik hati saya. Beberapa orang bilang, orang yang baik itu disukai oleh hewan dan anak kecil.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah saya termasuk orang yang baik?

Bisa dibilang, hewan-hewan cukup menyukai saya, dan saya memang menyukai mereka. Tapi alasan utama saya kuliah di Fakultas Peternakan bukan karena suka hewan ternak, tapi karena nyasar hehehe..

Anehnya, tidak semua pecinta hewan disukai oleh hewan. Dibandingkan dengan saya, ada beberapa teman saya yang jauh lebih mencintai hewan, animal lovers sejati deh pokoknya. Tapi sayang, hewan-hewan tidak terlalu welcome dengan mereka, misalnya mencoba kabur kalau dipegang atau lari kalau mereka mendekat.

Jarang ada hewan yang kabur saat saya mendekat, bahkan mereka cenderung mendekati saya. Tentu saja ini suatu keuntungan jika kita kuliah atau bekerja di bidang ilmu hewan. 

12 Photos that Prove Farm Animals Love Us 

Dulu di kampus ada sapi Jawa yang terkenal cukup liar, para mahasiswa diperintahkan untukwaspada dengan sapi ini. Kodenya “sapi I”. Tapi si sapi I kok ramah-ramah saja pada saya, nggak pernah ngamuk waktu saya elus-elus kepalanya. Padahal menyentuh kepala sapi biasanya nggak disarankan karena membuat sapi merasa terancam dan akhirnya ngamuk.

Ayam-ayam Pelung juga mendekat dengan ramah, padahal ayam Pelung (terutama yang jago) kan terkenal galak. 

Kata orang, angsa itu galak. Bahkan bos saya pernah punya angsa yang dimanfaatkan untuk menjaga rumah. Hehehe.. kayak anjing aja. Emang sih, angsa biasanya suka menyerang orang jika merasa terancam. Bahkan di acara On The Spot pernah diberitakan ada orang yang mati gara-gara angsa, angsanya menyerang perahu orang itu sampai terbalik dan orangnya tenggelam. Tapi saya termasuk orang yang dengan santai menggendong angsa, lha angsanya kalem gitu sama saya.

Tiap kali berkunjung ke feedlot (peternakan penggemukan sapi potong) punya orang, sapi-sapi di sana langsung akrab dengan saya, seperti dengan perawatnya sendiri. 

Lucunya lagi, tiap kali makan di warung yang jual masakan dari ayam, selalu ada kucing yang menunggui saya makan, bahkan sampai mengelilingi kaki saya dan naik ke bangku sebelah saya, mengeong dengan heboh. Padahal warung itu ramai pengunjung dan semua makan ayam goreng atau bakar. Kok kucing itu nggak mendekati yang lainnya? 

http://dailypicksandflicks.com/wp-content/uploads/2012/02/Sign-Language-Cat.jpg 
Kucingnya bilang lapar, dia juga mau makan

Dan pastinya karena kasihan, saya kasih deh kucing itu tulang dengan sedikit daging yang masih nempel, kulit, dan jeroan ayam. Kejadian ini sudah sering, bahkan selalu terjadi di warung-warung yang ada kucingnya. Kata temen saya, sayang banget tulang yang masih ada dagingnya diberikan ke kucing. Saya bilang, mending buat kucing daripada saya kasih ke kamu. Kan kamu punya duit buat beli makan, sedangkan kucing itu hidupnya menggelandang, hehehe..

Itu sebagian kecil pengalaman saya dengan hewan. Dengan anak kecil, saya merasa bahwa anak-anak kecil nggak pernah takut pada saya. Sebenarnya saya bukan penyuka anak kecil, bukan orang yang sangat ramah pada anak-anak. Cara saya bicara ke anak-anak seperti cara bicara kepada orang dewasa, nggak pakai suara yang dimanis-maniskan.

Dulu waktu anak-anak di kompleks saya masih kecil, mereka suka ngikutin saya dan main ke rumah. Walaupun sering saya marahi dan saya suruh pulang, mereka tetap nempel sama saya. Entah kenapa. Sekarang sih mereka udah pada besar, jadi udah nggak ngikutin saya lagi.

Ricky Martin, center, is mingled with children during his visit to an orphanage in Bangkok, Thailand, Wednesday, Jan. 12.2005. 
 Anak-anak kecil selalu datang

Ada keponakan saya yang masih balita. Sepupu saya jauh lebih ramah dan supel dari saya, tapi nggak berhasil membuat bocah cilik itu akrab dengannya. Bocah ini malah akrab dengan saya, maunya ngajak main terus. 

Di warung, di gereja, di antrian supermarket, selalu ada anak bayi atau balita yang memandangi saya, senyum atau ketawa. Sering juga mereka mendekati saya (kalau mereka udah bisa jalan). Padahal saya nggak manggil mereka. 

Dari yang saya baca dan kata orang-orang, hewan dan anak kecil itu cenderung psychic alias punya kemampuan supernatural. Soalnya mereka murni, nggak berdosa. Mereka bisa merasakan energi yang baik dan jahat, bisa mendeteksi aura. Mereka bisa merasakan motif seseorang. Mereka bisa melihat roh.

Hewan menyerang atau kabur jika merasa terancam. Anak kecil merengek dan menangis jika merasa takut. Mereka mendekat jika merasa aman dan merasakan sesuatu yang baik.

Orang dewasa umumnya menilai orang dari penampilan dan tingkah laku yang bisa dilihat. Saya sering dinilai pendiam, nggak ramah, kurang bisa bersosialisasi, dan aneh. Saya sering dibilang berkepribadian gelap dan suram karena suka pakai baju hitam (kan goth).

Tapi hewan dan anak kecil nggak menganggap penting penampilan atau segala sesuatu yang kelihatan. Mereka bisa melihat dan merasakan “rohmu”. Jika kita punya jiwa yang baik, mereka nggak akan merasa takut meskipun kita memakai baju serba hitam dan tidak terampil bersosialisasi.

Ada tokoh di anime kesukaan saya, Hunter x Hunter. Tokoh ini bernama Kite (Kaito). Kamu yang nonton anime ini dari awal atau baca manganya pasti tahu dia. Kite bilang, Hunter yang baik pasti disukai hewan. Kalimat itu diucapkannya kepada Gon Freecs, tokoh utama cerita ini.


Dalam cerita Hunter x Hunter, para Hunter umumnya bisa menggunakan nen (kekuatan aura). Saya mengasumsikan pernyataan Kite begini : Hunter yang baik punya aura yang baik, sehingga hewan-hewan suka padanya.

Hmm.. jika saya nanti disuruh merekrut orang untuk pekerjaan di peternakan, saya akan mengetes bagaimana orang itu berinteraksi dengan hewan. Yang paling gampang kucing deh. Lagipula katanya kucing itu yang paling peka terhadap aura orang, energi positif dan negatif.

cat Fanart cats supernatural dean winchester sam winchester castiel spn deviantart Superfagual supercatural  
Cats are supernatural
 
Saya nggak mengklaim diri saya baik lho. Hanya Tuhan yang tahu. Jika orang-orang dewasa menganggap saya tidak baik, itu tidak masalah. Saya kan orangnya bukan pendendam hehehe..

Oke deh, udah dulu curhatannya.. Bye!